Sensory Land Kids – Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana ekspresi anak berubah saat melihat hewan untuk pertama kalinya? Penelitian di bidang psikologi perkembangan anak dan animal-assisted intervention selama dua dekade terakhir semakin memperkuat satu temuan yang konsisten. Anak-anak yang memiliki interaksi positif dengan hewan cenderung tumbuh menjadi individu yang lebih empatik, lebih mampu mengelola emosi, dan lebih peka terhadap perasaan orang lain.
Buat kamu yang sedang mencari cara terbaik mendukung tumbuh kembang si kecil secara holistik, fakta-fakta berikut ini wajib kamu tahu.
Interaksi dengan Hewan Mengaktifkan Respons Empati di Otak Anak
Ketika seorang anak mendekati hewan, otak mereka secara otomatis memasuki mode yang disebut mentalization atau theory of mind yaitu kemampuan untuk membayangkan apa yang dirasakan makhluk lain.
Penelitian yang diterbitkan di Human-Animal Interaction Bulletin menemukan bahwa anak-anak yang memiliki interaksi lebih sering dengan hewan terutama yang mengandung unsur kedekatan melaporkan empati yang lebih tinggi, dan ini berkorelasi positif dengan perilaku prososial berdasarkan laporan guru mereka. Studi lanjutan yang dipublikasikan di jurnal Anthrozoös (Daly & Morton, 2006) juga menemukan bahwa dari 155 anak yang diteliti terkait hubungan mereka dengan hewan peliharaan, terdapat korelasi yang konsisten antara kualitas interaksi manusia-hewan dan tingkat empati anak.
Sains Membuktikan Hewan Turunkan Stres dan Tingkatkan Kesejahteraan Emosional Anak
Dunia terapi anak sudah lama memanfaatkan interaksi dengan hewan sebagai bagian dari pendekatan terapeutik dikenal sebagai Animal-Assisted Intervention (AAI) atau Animal-Assisted Therapy (AAT).
Bukti ilmiah muncul dari Human-Animal Interaction Bulletin mengatakan, interaksi singkat dengan hewan terbukti berkaitan dengan penurunan kadar kortisol serta peningkatan suasana hati dan tingkat aktivitas anak bahkan di lingkungan perawatan medis sekalipun.
Pendekatan ini tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, tapi juga terbukti mendukung perkembangan sosial-emosional anak secara umum, mencakup peningkatan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan keterampilan turn-taking serta joint attention.
Di Sensory Land Kids, kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan pengalaman belajar yang nyata, bermakna, dan menyentuh seluruh dimensi tumbuh kembangnya.
Sebagai pusat tumbuh kembang anak berbasis terapi alam pertama di Indonesia yang memiliki Aviary, ruang interaksi langsung dengan burung kami menghadirkan kesempatan bagi si kecil untuk merasakan sendiri semua manfaat yang telah dibuktikan ilmu pengetahuan.
Empati bukan sesuatu yang bisa diajarkan hanya lewat kata-kata. Ia tumbuh dari pengalaman dari momen ketika seorang anak memilih untuk bergerak lebih pelan karena tidak ingin menakuti seekor burung, atau ketika ia memutuskan berbagi karena ia tahu bagaimana rasanya tidak mendapatkan giliran.
Setiap anak punya kebutuhan tumbuh kembang yang berbeda. Pelajari lebih lanjut dan temukan pendekatan yang tepat bersama Sensory Land Kids melalui konsultasi dengan tim profesional kami
Refrensi:
Daly, B., & Morton, L. L. (2006). An investigation of human-animal interactions and empathy as related to pet preference, ownership, attachment, and attitudes in children. Anthrozoös, 19(2), 113–127. https://doi.org/10.2752/089279306785593801
McCune, S., Aguilar, G., Esposito, L., Gee, N., Griffin, J., & Hurley, K. (2020). The relationship between humane interactions with animals, empathy, and prosocial behavior among children. Human-Animal Interaction Bulletin. https://doi.org/10.1079/hai.2020.0006